Kamis, 15 Oktober 2009

Pertanyaan Terbuka-Tertutup & Verbal-non verbal

A. Keterampilan Observasi

Hal yang perlu kita observasi adalah tingkah laku verbal, non verbal dan kesenjangan antara tingkah laku verbal dan non verbal. Kepekaan dalam observasi merupakan hal yang paling mendasar dalam membina komunikasi efektif.

1. Komunikasi non verbal

Komunikasi non verbal adalah pesan yang disampaikan dalam komunikasi dikemas dalam bentuk non verbal, tanpa kata-kata.

Bentuk komunikasi non verbal adalah :

a. Bahasa tubuh; meliputi lambaian tangan, ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, gerakan kepala, sikap/ postur tubuh, dll.

b. Tanda; dalam konunikasi non verbal menggantikan kata-kata. Misal: bendera putih mengartikan ada lelayu.

c. Tindakan atau perbuatan; tindakan tidak menggantikan kata-kata tetapi mengandung makna. Misal : menggebrak meja berarti marah.

d. Objek; objek tidak menggantikan kata-kata tetapi juga mengandung makna. Misal: pakaian mencerminkan gaya hidup seseorang.

e. Warna; menunjukkan warna emosional, cita rasa, keyakinan agama, politik, dll. Misal : warna merah muda adalah warna feminim.

Fungsi komunikasi non verbal :

a. Melengkapi komunikasi verbal

b. Menekankan komunikasi verbal

c. Membesar-besarkan komunikasi non verbal

d. Melawan komunikasi verbal

e. Meniadakan komunikasi non verbal

2. Komunikasi verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa verbal merupakan sarana untuk menyampaikan perasaan, pikiran dan maksud tujuan. Menurut Larry L. Barker, bahasa mempunyai tiga fungsi yaitu penamaan, interaksi dan transmisi informasi (Mulyana, 2007).

Aspek dalam komunikasi verbal yaitu perbendaharaan kata-kata (vocabulary), kecepatan (racing), intonasi suara, humor, waktu yang tepat dan singkat.

3. Kesenjangan tingkah laku verbal dan non verbal

Kesenjangan tingkah laku verbal dan non verbal dapat dilihat dari :

a. Kesesuaian antara tingkah verbal dan non verbal

b. Kesesuaian antara duah buah pertanyaan

c. Kesesuaian antara apa yang diucapkan dan apa yang dikerjakan

B. Pengamatan dan Penafsiran

Pengamatan objektif adalah berbagai tingkah laku yang biasa dilihat dan didengar. Sedangkan penafsiran/ interprestasi adalah kesan yang kita berikan pada apa yang kita lihat dan dengar. Tahap-tahap interprestasi meliputi : (a) refleksi perasaan, konselor tidak jauh dari apa yang dikatakan klien; (b) klarifikasi, menjelaskan apa yang tersirat dalam perkataan klien; (c) refleksi, penilaian konselor terhadap apa yang diungkapkan klien, (d) konfrontasi, konselor membawa kepada perhatian dan perasaan klien tanpa disadari; (e) interprestasi, konselor memperkenalkan konsep-konsep hubungan yang berakar dari pengalaman.

C. Keterampilan Membina Hubungan Baik

Keterampilan membina hubungan baik merupakan dasar dari proses komunikasi interpersonal bidan dengan klien.

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam membina hubungan baik adalah :

1. Menunjukkan tanda perhatian verbal

2. Menjalin kerjasama

3. Memberika respon positif berupa pujian, dukungan.

Sikap yang hangat, menghormati, menerima klien apa adanya, empati dan tulus merupakan upaya untuk membina hubungan yang baik. Sikap dasar yang perlu dimiliki adalah SOLER yaitu :

S : Face your clients squarely (menghadap klien) & smile/ nod at clients (senyum/ mengganggukkan kepala).

O : Open and Non Judgemental Facial Expression (ekspresi muka menunjukkan sikap terbuka dan tidak menilai).

L : Lean Towards Client (tubuh condong kearah klien).

E : Eye Contact in a culturally- Acceptable Manner (kontak mata/ tatap mata sesuai dengan cara yang diterima budaya setempat).

R : Relaxed and Friendly Manner (santai dan sikap bersahabat).

REFERENSI :

Fitriasari. Konseling (Komunikasi Interpersonal). www.akbidypsdmi.net. 26 April 2009. 05:08 PM.

Tyastuti, dkk., 2008, Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan, Yogyakarta: Fitramaya.

Uripni, Sujianto, Indrawati, 2003. Komunikasi Kebidanan, Jakarta: EGC. http://mustikanurse.blogspot.com/2006/12/komunikasi-dalam-pelayanan-keperawatan_12.html. Tuesday, December 12, 2006 Komunikasi Dalam Pelayanan Keperawatan II Oleh : Mustikasar, S.Kp., M

CONTOH PERTANYAAN TERBUKA

A. Jelaskan dalam hal apa pelayanan RM Sari Sunda Anda anggap lebih baik dari pelayanan RM Sindang Reret ?

B. Kenapa orang selalu berkonflik / berkonfrontasi ?

C. Mengapa begitu ? Jadi terkesan tidak adil ?

D. Bagaimana pemerintahan Naro ?

E. Bagaimana sih cara-cara mendapatkan hasil yang baik ? terima kasih.

CONTOH PERTANYAAN TERTUTUP

  1. PERTANYAAN DIKOTOMI :

“ Apakah Anda pernah berganti merek Simcard Pra Bayar sebelumnya ?

(a) Ya

(b) Tidak

  1. PERTANYAAN MULTI KATEGORI

“Diantara produk Unilever berikut, produk apa yang lebih sering anda beli ?”

(a) Sabun Lux

(b) Sabun Lifebuoy

(c) Deterjen Rinso

(d) Pasta gigi Pepsodent

(e) Shampo Sunsilk

(f) Lainnya (Sebutkan)................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar